






![]() | Hari Ini | 840 |
![]() | Kemarin | 1171 |
![]() | Minggu Ini | 840 |
![]() | Minggu Kemarin | 7395 |
![]() | Bulan Ini | 17795 |
![]() | Bulan Kemarin | 16741 |
![]() | Semua | 317421 |
Terakhir Diperbaharui (Senin, 01 Februari 2010 14:11) Ditulis oleh H. KUDI RUKADI Senin, 01 Februari 2010 14:09
Revitalisasi Peran Pengawas Sekolah
JAKARTA, (PR),-
Wakil MenteriPendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal menegaskan, peran pengawas sekolah harus direvoitalisasi. Hal ini mengingat pengawas sekolah adalah pertama yang mengawasi kinerja kepala sekolah.
Dia menilai, hubungan pengawas sekolah dengan kepala sekolah dan guru belum sekohesif yang diharapkan.
Dalam keterangannya seusai meluncurkan Program Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah 2010 di Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Senayan, Jakarta, Sabtu (30/1) Fasli menuturkan, ada tiga macam, pengawas, yakni pengawas guru kelas di Sekolah Dasar, pengawas bidang studi di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta pengawas sekolah Manajemen Sekolah.
“Idealnya pengawas bidang studi diambil dari guru-guru yang jago. Setelah dilihat, dipilih, dan diniloai cukup matang, lalu dibuatkan SK pengawas guru bidang studi”, ujarnya.
Di hadapan sekitar 600 peserta kepala sekolah dan pengawas sekolah yang hadire, Fasli mengatakan bahwa pengawaslah yang secara fungsional lebih berperan dibandingkan dengan pegawai-pegawai di dinas-dinas, kasi, dan kasubdin.
Pengawas, kata dia, harus mampu memahami apa yang diperlukan di dalam menilai kinerja secara akademik, manajerial, dan enterpreneurial seorang kepala sekolah. Seorang kepala sekolah harus diberikan kebebasan sebagai manajer pendidikan. Mereka tidak boleh dikooptasi oleh birokrasi.
Fasli mengungkapkan, saat ini terdapat 250.000 kepala sekolah dan 25.000 pengawas sekolah di seluruh Indonesia. Selama tahun 2009 hingga sebelum 100 hari program kerja Mendiknas, lebih dari 19.000 kepala sekolah telah dilatih. ”Tahun 2014 tidak kita kenal kompetensinya,” katanya.
Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peniungkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kepandidikan (Ditjen PMPTK) Kemendiknas Surya Dharma mengatakan, pada tahun 2010 ini pemerintah menargetkan penguatan kemampuan bagi 30.000 kepala sekolah dan pengawas sekolah. (A-94)***