






![]() | Hari Ini | 101 |
![]() | Kemarin | 407 |
![]() | Minggu Ini | 829 |
![]() | Minggu Kemarin | 2684 |
![]() | Bulan Ini | 2253 |
![]() | Bulan Kemarin | 13584 |
![]() | Semua | 265514 |
Terakhir Diperbaharui (Senin, 23 Mei 2011 14:10) Ditulis oleh H. KUDI RUKADI Sabtu, 21 Mei 2011 12:27
SEKOLAH DASAR NEGERI CIJAWURA
TAHUN PELAJARAN 2011-2012
|
2.1. |
Pendaftaran |
||
|
|
2.1.1. |
Pendaftaran calon peserta didik SD dan MI dilaksanakan mulai tanggal 27 Juni sampai dengan 2 Juli 2011 dari pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB, dan pengumuman peserta didik yang diterima dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2011 secara serempak, meluas, transparan, dan akuntabel di sekolah masing-masing; |
|
|
|
2.1.2. |
Bagi SD dan MI yang daya tampungnya belum terpenuhi dapat menerima pendaftaran sampai dengan tanggal 8 Juli 2011; |
|
|
|
2.1.3. |
Panitia Pendaftaran di setiap SD dan MI wajib mengumumkan jumlah perkembangan pendaftar sejak waktu pendaftaran dibuka sampai dengan batas waktu pendaftaran ditutup, serta mengumumkan pola pembiayaan pendidikan Gratis, pada pembiayaan yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah sesuai komponen yang tertuang dalam Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS serta menyediakan meja informasi/pengaduan di tempat pendaftaran; |
|
|
2.2. |
Persyaratan Persyaratan calon peserta didik SD dan MI, adalah |
||
|
|
2.2.1 |
Anak yang telah berusia 7 s.d. 12 tahun, wajib diterima sebagai peserta didik di kelas 1 (satu) SD atau MI. Sementara itu, anak yang berusia 6 tahun dapat pula diterima, sepanjang daya tampung di sekolah yang bersangkutan memungkinkan, serta menyertakan akte kelahiran/surat keterangan lahir asli; |
|
|
|
2.2.2 |
Calon peserta didik tidak dipersyaratkan telah menyelesaikan pendidikan TK atau RA. |
|
|
2.3. |
Seleksi |
||
|
|
2.3.1. |
Dalam hal fasilitas sekolah tidak memungkinkan menerima semua calon peserta didik, maka sekolah boleh melaksanakan seleksi; |
|
|
|
2.3.2. |
Seleksi didasarkan kepada usia dan kriteria lain yang ditentukan oleh Kepala Sekolah dengan pertimbangan dari Komite Sekolah/Komite Madrasah masing-masing serta mendahulukan peserta didik yang berdomisili lebih dekat dengan lokasi sekolah; |
|
|
|
2.3.3. |
Seleksi sebagaimana yang dimaksud pada angka 3.3.1 dan angka 3.3.2, tidak berupa seleksi akademis. |
|
|
2.4. |
Jumlah peserta didik SD dan MI setiap rombongan belajar maksimal 40 (empat puluh) orang, kecuali RSBI |
||
|
2.5. |
Daftar Ulang. |
||
|
|
2.5.1. |
Bagi peserta didik yang diterima, wajib melaksanakan daftar ulang; |
|
|
|
2.5.2. 2.5.3. |
Daftar ulang bagi peserta didik yang diterima mulai tanggal 7 Juli sampai dengan 8 Juli 2011; Kegiatan Belajar Mengajar Tahun Pelajaran 2011/2012 dimulai tanggal 11 Juli 2011 |
|
|
|
2.5.4. |
Pelaksanaan daftar ulang tidak dikaitkan dengan persyaratan keuangan dan atau hal lainnya yang berkaitan dengan keuangan seperti uang seragam, buku paket, LKS, iuran bulanan, kegiatan peserta didik, administrasi, kesehatan, psikotest, dan lain-lain; |
|
|
|
2.5.5. |
Pola pembiayaan pendidikan SD/MI Gratis. Sekolah hanya memfasilitasi orangtua peserta didik yang ingin berpartisipasi menjadi donatur, secara sukarela dan tidak mengikat, serta pengelolaannya dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; |
|
|
|
2.5.6. |
Apabila sampai dengan batas akhir waktu pendaftaran ulang, calon peserta didik tidak melaksanakan daftar ulang maka dianggap mengundurkan diri. |
|
Terakhir Diperbaharui (Senin, 25 Oktober 2010 08:02) Ditulis oleh H. KUDI RUKADI Senin, 25 Oktober 2010 07:43
Terakhir Diperbaharui (Rabu, 28 April 2010 13:31) Ditulis oleh H. KUDI RUKADI Rabu, 28 April 2010 13:24
Pedoman Penyelenggaraan Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional 2010
Saturday, 24 April 2010 (09:17)
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL telah mengeluarkan surat nomor: 1975/C/TU/2010 tanggal 16 April 2010 tentang Penyelenggaraan Upacara Bendera Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2010 yang berisi Pedoman Upacara Bendera, Pidato Menteri Pendidikan Nasional, dan Daftar Kegiatan Peringatan Hardiknas di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional.
Hal-hal penting yang dimuat dalam surat tersebut, antara lain:
Tempat Upacara :
Ditetapkan oleh Kepala Sekolah
Waktu Upacara :
Pukul 08.00 (waktu setempat)
Peserta Upacara :
1. Kepala Sekolah selaku Pembina Upacara
2. Para Karyawan/I Sekolah
3. Para Guru dan Siswa
Pakaian Upacara :
Pakaian upacara ditentukan sebagai berikut :
a. Pembina Upacara mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), para undangan dan penerima Satyalencana Karya Satya, pria mengenakan PSL, dan wanita menggunakan pakaian tradisional.
b. Pegawai dan Guru pria dan wanita mengenakan seragam KORPRI lengkap dengan lencana Tut Wuri Handayani dan Tanda Pengenal di dada sebelah kiri
c. Siswa memakai seragam sekolah
Susunan Acara :
1. Pembina Upacara memasuki lapangan upacara
2. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara, dipimpin oleh Pemimpin Upacara
3. Laporan Pemimpin Upacara
4. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan bersama
5. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Pembina Upacara
6. Pembacaan Pancasila diikuti oleh Peserta Upacara
7. Pembacaan Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
8. Pembacaan Surat Keputusan Presiden RI tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya (jika ada)
9. Penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya (jika ada)
10. Amanat Menteri Pendidikan Nasional oleh Pembina Upacara
11. Menyanyikan lagu :
a. Alternatif I :
- Bagimu Negeri
- Garuda Pancasila
- Syukur
b. Alternatif II :
- Bagimu Negeri
- Satu Nusa Satu Bangsa
- Syukur
Pembacaan Do'a
Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara
Penghormatan Umum kepada Pembina Upacara, dipimpin oleh Pemimpin Upacara
Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara
Upacara Bendera selesai, barisan dibubarkan.
PEMBIAYAAN
Biaya penyelenggaraan Hardiknas dibebankan pada mata anggaran yang tersedia pada sekolah
PENUTUP
Pedoman pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2009 ini lebih bersifat informasi dan ketentuan umum.
ttd
Dirjen Dikti, Selaku Ketua Umum Pantia Peringatan Hardiknas Tahun 2009
Fasli Jalal
BIOGRAFI : Ki Hajar Dewantara
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – wafat di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1]; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah.
Masa Muda dan Karir
Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.
Aktifitas Pergerakan
Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya.
Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.
Als ik eens Nederlander was
Sewaktu pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913, timbul reaksi kritis dari kalangan nasionalis, termasuk Soewardi. Ia kemudian menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" atau "Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga". Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik eens Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan DD, tahun 1913. Isi artikel ini terasa pedas sekali di kalangan pejabat Hindia Belanda. Kutipan tulisan tersebut antara lain sebagai berikut.
"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".
Beberapa pejabat Belanda menyangsikan tulisan ini asli dibuat oleh Soewardi sendiri karena gaya bahasanya yang berbeda dari tulisan-tulisannya sebelum ini. Kalaupun benar ia yang menulis, mereka menganggap DD berperan dalam memanas-manasi Soewardi untuk menulis dengan gaya demikian.
Akibat tulisan ini ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri). Namun demikian kedua rekannya, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda (1913). Ketiga tokoh ini dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Soewardi kala itu baru berusia 24 tahun.
Dalam Pengasingan
Dalam pengasingan di Belanda, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia).
Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya. Dalam studinya ini Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat, seperti Froebel dan Montessori, serta pergerakan pendidikan India, Santiniketan, oleh keluarga Tagore. Pengaruh-pengaruh inilah yang mendasarinya dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.
Taman Siswa
Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa.
Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ("di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung"). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.
Pengabdian di Masa Indonesia Merdeka
Dalam kabinet pertama Republik Indonesia, KHD diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan) yang pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959).
Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959. (Wikipedia)
Terakhir Diperbaharui (Selasa, 18 Agustus 2009 12:29) Ditulis oleh H. KUDI RUKADI Selasa, 18 Agustus 2009 12:26
MATERI POKOK DAN JADWAL KEGIATAN SANLAT
BULAN RAMADHAN 1430 H
KELAS V & VI
WAKTU : PUKUL 10.00 – 12.00
DI KOMPLEK SD NEGERI CIJAWURA
KEC. RANCASARI KOTA BANDUNG
|
NO |
ASPEK |
URAIAN MATERI/ TOPIK |
HARI/ TANGGAL |
PENJABARAN |
|
1. |
Al-Qur’an |
1. Surat Al-Fathihah 2. Surat Al-Baqarah 3. Surat Al-Ikhlas 4. Surat Al-Ashr 5. Surat An-Nas |
|
Dilakukan setiap hari selama 1 (Satu) Minggu berupa Tadarusan |
|
2. |
Akhlaq/ Tarikh |
1. Keteladanan dan Tanggung Jawab Nabi Musa as 2. Keteladanan Sikap Penolong nabi Isa as |
|
Dilakukan melalui Lembar Kerja Buku Kegiatan Ramadhan yang dikeluarkan oleh tim KKG PAI Kota bandung dipandu oleh Wali Kelas |
|
3. |
Keimanan |
1. Beriman kepada hari akhir 2. Beriman kepada Qoda dan Qodar |
|
Dilakukan setiap hari melalui hafalan yang dipandu oleh guru PAI |
|
4. |
Ibadah |
1. Zakat Fitrah 2. Shalat Fardhu 3. Zikir dan Do’a setelah Shalat |
|
Dilakukan setiap hari melalui hafalan yang dipandu oleh guru PAI |
|
5. |
Praktek/ Simulasi |
1. Doa-do’a 2. Baca Tulis Al-Qur’an |
|
|
MENGETAUHI PELAKSANA
KEPALA SEKOLAH SANLAT
KUDI RUKADI H MOH SAFTA
Terakhir Diperbaharui (Selasa, 18 Agustus 2009 12:25) Ditulis oleh H. KUDI RUKADI Selasa, 18 Agustus 2009 12:23
MATERI POKOK DAN JADWAL KEGIATAN SANLAT
BULAN RAMADHAN 1430 H
KELAS I & II
WAKTU : PUKUL 08.00 – 09.00
SD NEGERI CIJAWURA
KEC. RANCASARI KOTA BANDUNG
|
NO |
ASPEK |
URAIAN MATERI/ TOPIK |
HARI/ TANGGAL |
PENJABARAN |
|
1. |
Al-Qur’an |
1. Surat Al-Ashr 2. Surat Al-Kautsar 3. Surat Al-Kafirun 4. Surat Al-Falaq 5. Surat An-Nas |
SENIN/SELASA |
Dilakukan setiap hari selama 1 (Satu) Minggu berupa Tadarusan |
|
2. |
Akhlaq/ Tarikh |
1. Berperilaku Rendah Hati 2. Hidup Sederhana 3. Hormat Kepada Orang Tua 4. Kisah Singkat Nabi Adam SAW 5. Meneladani Nabi Muhammad SAW |
RABU/KAMIS |
Dilakukan melalui Lembar Kerja Buku Kegiatan Ramadhan yang dikeluarkan oleh tim KKG PAI Kota bandung dipandu oleh Wali Kelas |
|
3. |
Keimanan |
1. Syahadatain 2. Sifat-Sifat Wajib Bagi Allah |
JUMAT |
Dilakukan setiap hari melalui hafalan yang dipandu oleh guru PAI |
|
4. |
Ibadah |
1. Bacaan Shalat 2. Gerakan Shalat 3. Zikir/ Wirid setelah Shalat 4. Do’a setelah Shalat |
SABTU |
Dilakukan setiap hari melalui hafalan yang dipandu oleh guru PAI |
KELAS III & IV
WAKTU : PUKUL 09.00 – 10.00
|
NO |
ASPEK |
URAIAN MATERI/ TOPIK |
HARI/ TANGGAL |
PENJABARAN |
|
1. |
Al-Qur’an |
1. Surat Al-Fill 2. Surat Al-Kafirun 3. Surat Al-Lahab 5. Surat Al-Nashr 6. Surat An-Nas |
SENIN/SELASA |
Dilakukan setiap hari selama 1 (Satu) Minggu berupa Tadarusan Melalui video |
|
2. |
Akhlaq/ Tarikh |
1. Keteladanan Ketaatan (N. Ibrahim as dan Nabi Ismail as 2. Keteladanan dan Ketaatan ( Nabi Muhammad SAW) 3. Membiasakan Sabar 4. Membiasakan Pemaaf 5. Membiasakan Rajin |
RABU/KAMIS |
Dilakukan melalui Lembar Kerja Buku Kegiatan Ramadhan yang dikeluarkan oleh tim KKG PAI Kota Bandung dipandu oleh Wali Kelas |
|
3. |
Keimanan |
1. Sifat-Sifat Wajib Bagi Allah 2. Nama-nama Malaikat dan Tugasnya |
JUMAT |
Dilakukan setiap hari melalui hafalan yang dipandu oleh guru PAI |
|
4. |
Ibadah |
1. Adzan dan Iqamah 2. Rukun Shalat, Syarat sah Shalat dan yang membatalkannya 3. Melakukan Shalat dengan sempurna |
SABTU |
Dilakukan setiap hari melalui hafalan yang dipandu oleh guru PAI |
|
5. |
Praktek/ Simulasi |
1. Do’a-do’a 2. Baca Tulis Al-Qur’an |
SENIN/SELASA |
Melalui Film layar lebar |
Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 22 Mei 2010 12:32) Selasa, 05 Mei 2009 12:08
PENGUMUMAN PPDB (PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU)
JUMLAH KUOTA SDN CIJAWURA BAGI SISWA BARU ADALAH :
160 SISWA
UNTUK 4 KELAS (ROMBONGAN BELAJAR)
FORMULIR PENDAFTARAN
MULAI TANGGAL 28 JUNI S/D 3 JULI
DI PANITIA PPDB SDN CIJAWURA
FOMULIR DIKEMBALIKAN:
BAGI SISWA LAKI-LAKI MEMAKAI MAP MERAH
BAGI SISWA PEREMPUAN MEMAKAI MAP BIRU
KEPUTUSAN
TENTANG
JUKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG
TAHUN PELAJARAN 2010-2011
NOMOR :422.1/109/sekrt/2010
III PENERIMAAN PESERTA DIDIK SD
3.1 Pendaftaran
3.1.1 Pendaftaran calon siswa SD dan MI dilaksanakan mulai tanggal 28 Juni sampai dengan 3 Juli 2010 dari pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB, dan pengumuman siswa yang diterima dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2010 secara serempak, meluas, transparan, dan akuntabel di sekolah masing – masing;
3.1.2 Bagi SD dan MI yang daya tampungnya belum terpenuhi dapat menerima pendaftaran sampai dengan tanggal 09 Juli 2010;
3.1.3 Kegiatan Belajar Mengajar Tahun Pelajaran 2010/2011 dimulai tanggal 12 Juli 2010;
3.1.4 Panitia Pendaftaran di setiap SD dan MI wajib mengumumkan jumlah perkembangan pendaftar sejak waktu pendaftaran dibuka sampai dengan batas waktu ditutup, serta mengumumkan pola pembiayaan pendidikan Gratis, pada pembiayaan yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah sesuai komponen yang tertuanG dalam petunjuk teknis penggunaan Dana BOS serta menyediakan informasi/pengaduan di tem[at pendaftaran
3.2 Persyaratan
Persyaratan calon siswa SD dan MI, adalah
3.2.1 Anak yang telah berusia 7 s.d. 12 tahun, wajib diterima sebagai siswa di kelas 1 (satu) SD atau MI. Sementara itu, anak yang berusia 6 tahun dapat pula diterima, sepanjang daya tampung di sekolah yang bersangkutan memungkinkan, serta menyertakan akte kelahiran/surat keterangan lahir asli;
3.2.2 Calon siswa tidak dipersyaratkan telah menyelesaikan pendidikan TK atau RA.
3.3 Seleksi
3.3.1. Dalam hal fasilitas sekolah tidak memungkinkan menerima semua calon siswa, maka sekolah boleh, melaksanakan seleksi;
3.3.2. Seleksi didasarkan kepada usia dan kriteria lain yang ditentukan oleh kepala sekolah dengan pertimbangan dari Komite Sekolah/Komite Madrasah masing – masing serta mendahulukan siswa yang berdomisili lebih dekat dengan lokasi sekolah;
3.3.3. Seleksi sebagaiman yang dimaksud pada angka 3.3.1 dan angka 3.3.2, tidak berupa seleksi akademi.
3.4 Jumlah pserta didik SD dan MI setiaprombongan belajar maksimal 40 (empat puluh) orang kecuali RSBI
3.5 Daftar Ulang
3.5.1 Bagi peserta yang diterima, "wajib" melaksanakan daftar ulang
3,5,2 Daftar ulang bagi peserta didik yang diterima mulai tanggal 8 Juli s.d
9 Juli 2010
3.5.3 Pelaksanaan daftar ulang tidak dikaitkan dengan persyaratan keuangan
dan atau hal lainnya yang berkaitan dengan persyaratan keuangan seperti
uang seragam, buku paket, iuran bulanan, kegiatan peserta didik,
administrasi, kesehatan, psikotest dan lain-lain
3.5.4 Pola pembiayaan pendidikan SD MI Gartis,. sekolah hanya memfasilitasi
orang tua peserta didik yang ingin BERPARTISIFASI menjadi donatur,
secara SUKARELA dan tidak mengikat, serta pengelolaannya
dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku
3.5.5 Apabila sampai dengan batas akhir waktu pendaftaran ulang, calon
peserta didik tidak melaksanakan daftar ulang maka dianggap
mengindurkan diri